X
byjogjaminded

Waroeng PitoeLas : Tempat Mengecap Masa Lalu

Menikmati menu rumahan serta kudapan legendaris Jogja dengan view sawah dan Merapi dari kejauhan pasti akan menjadi kenikmatan tersendiri. Suasana yang begitu mendukung untuk bersantai saat liburan. Sesekali tampak pesawat terbang melintas hendak turun ke bandara Adisucipto. Jika Anda senang sekali dengan tempat makan yang seperti itu di Jogja, kami tahu tempat yang cocok.

Adalah warung Pitoelas yang bakalan menjadi tempat makan menarik di Jogja dekat Bandara. Menu yang ditawarkan bukanlah menu-menu modern ala hotel dan resto kebanyakan. Melainkan menu rumahan yang acap kali melontarkan kita ke masa kecil dahulu. Masa-masa di mana kita belum mengenal kecanggihan teknologi. Menu yang akan membuat Anda terkenang dan mungkin berkata “ah, jadi inget Nenek”.

Sebut saja Cangkem Butho. Sepintas dengar, menu ini akan langsung melayangkan imajinasi seseorang. Seakan ia melihat mulut raksasa (Cangkem Butho) dan justru mulut raksasa itu yang akan ia kunyah. Lain lagi dengan Sego Golong. Nama ini agak sulit menghadirkan imajinasi. Namun ketika melihat wujudnya. Seseorang akan langsung merasa akan menelan bola raksasa.

Berlokasi di dekat Bandara Adisucipto menjadikan Waroeng PitoeLas mudah diakses dari arah utara. Berada di pinggiran sawah membuat tempat ini tidak membutuhkan pendingin udara atau kipas listrik. Semilir angin membuatnya begitu segar dan tentu saja dingin.

Saat tiba, segera saja Anda akan disuguhi Lutis buah sebagai menu selamat datang. Lutis ini gratis. Demikian juga teh yang disajikan untuk menemani lutis tersebut. Kemudian ketika memutuskan untuk memesan Sego Golong atau Sego Babon sebagai Main Course-nya, menu tersebut dibanderol seharga Rp 17.000. Jangan kaget. Harganya memang segitu. Tetapi kabar baiknya adalah Anda dapat nambah sebanyak yang dibutuhkan. Tapi, tidak boleh dibungkus untuk dibawa pulang.

Sego Golong

Sego Golong adalah menu nasi dengan potongan telur dadar dan bihun serta sayur lodeh tempe yang sangat khas di pedesaan. Nasinya tidak diurai seperti nasi kebanyakan. Melainkan dibentuk sedemikian rupa menyerupai bola sehingga padat berisi. Menu ini disajikan di atas piring yang lazim ditemukan di rumah-rumah desa.

Lain lagi dengan Sego Babon. Menu ini berisi suwiran daging ayam beserta telur ayamnya. Seiris tahu bacem dan oseng jipang melengkapi menu, yang menurut ownernya, berisi ayam “seutuhnya”. Yang dimaksud adalah ada telur sebagai cikal bakal ayam serta ada daging ayam sebagai wujud hewan tersebut.

Sego Babon

Lutis

Nah, gambar di atas adalah menu appetizer-nya. Racikan buah dengan sambal cocol yang kerap disebut dengan nama Lutis. Biasanya berisi buah-buah musiman. Digemari siapa saja, tidak hanya calon ibu yang sedang mengandung.

Sedangkan Cangkem Butho dan Buto Galak adalah kudapan dari Gembus atau Ampas Tahu serta Tempe yang berisi lombok besar-besar yang akan menghadirkan kerinduan.

Lokasi Waroeng PitoeLas

Tempat makan unik ini buka dari jam 10 pagi hingga puku 24.00.

Khusus bagi perempuan yang sedang hamil, bisa makan GRATIS. Waroeng 17 Pitoelas juga memiliki berbagai macam kudapan secara ala carte yaitu cangkem buto, buto galak, telo kasur, dan nugget telo.

Waroeng 17 Pitoe Las
Kalitirto, Berbah, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55573

+62 857-2988-8833

This article was last modified on August 6, 2017, 4:08 pm

X